.

Senin, 19 Juli 2010

TPI Binuangeun Wanasalam - Produksi Ikan Turun Separuh


Produksi ikan pada sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) di Kabupaten Lebak, Banten, selama empat bulan terakhir ini turun sekitar 50 persen akibat terang bulan dan cuaca buruk yang melanda perairan Samudera Hindia.

"Akibat cuaca buruk itu pemasukan retribusi TPI Binuangen turun drastis," kata Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Hadi, saat dihubungi, Selasa (22/6/2010).


Hadi menjelaskan pendapatan retribusi tersebut turun akibat berbagai faktor, antara lain faktor cuaca buruk dan terang bulan malam hari. Saat ini memasuki terang bulan tampak nelayan sejak sore hingga malam banyak yang tidak melaut karena tangkapan ikan sepi.

Faktor lain, nelayan di daerah itu masih menggunakan kapal dengan jangkauan 3 mil dari pesisir pantai sehingga mereka tidak bisa mencari ikan ke tengah laut. Karena itu, pihaknya berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan segera memberikan bantuan kapal yang bisa menjelajah di atas 3 mil. "Dengan kapal tangkapan ikan di bawah 3 mil tentu berdampak terhadap pendapatan nelayan," katanya.

Selama ini, kata dia, nelayan pesisir Kabupaten Lebak hanya cukup bertahan hidup karena tangkapan ikan makin berkurang. Bahkan, sekarang ini juga banyak nelayan menganggur karena biaya operasional dengan penghasilan tidak sebanding.

Apalagi, beberapa hari ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter sehingga ikan-ikan sulit ditemukan. "Selama nelayan tidak melaut waktunya dihabiskan dengan duduk-duduk di dalam kapal sambil memperbaiki alat tangkap," katanya.

Menurut dia, produksi normal pendapatan TPI Binuangen dari retribusi pelelangan ikan Rp 24 juta per bulan. Namun, sekarang turun 50 persen.

Dia menyebutkan berkurangnya produksi ikan di TPI Binuangeun tentu mengakibatkan harga ikan berbagai jenis mengalami kenaikan seperti ikan cumi semula Rp 18 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu/kg.

Begitu pula ikan tenggiri papan, sebelumnya Rp 38 ribu/kg menjadi Rp 44 ribu/kg, ikan pari dari Rp 9 ribu/kg naik menjadi Rp 11 ribu/kg, dan ikan bawal hitam dari Rp 20 ribu/kg menjadi Rp 24 ribu/kg.

Sebagian besar kapal nelayan TPI Binuangeun, kata dia, rata-rata berkapasitas 3-5 gross ton (GT). "Jika normal tangkapan ikan bisa mencapai 15 ton," ujarnya.

Joni (55), pengelola TPI Pulau Manuk, Kecamatan Bayah, mengaku selama ini tangkapan ikan masih sepi akibat gelombang besar yang disertai tiupan angin kencang.

Saat ini, nelayan yang melaut hanya sebagian kecil karena sepinya tangkapan ikan tersebut."Kami menarik retribusi dari pelelangan ikan relatif kecil karena sebagai besar nelayan menganggur," ujarnya.

Sementara itu, seorang nelayan TPI Bayah Ode (50) mengaku dirinya selama beberapa bulan tidak melaut karena tidak ada ikan akibat gelombang tinggi di pesisir pantai Kabupaten Lebak.

Selama menganggur, kata dia, pihaknya beruntung mendapat pinjaman utang dari pemolok kapal dengan pembayaran setelah melaut nanti. "Kami sudah biasa jika tangkapan ikan sepi untuk keperluan keluarga mengutang dulu ke pemilik kapal itu," ujarnya.


Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2010/06/23/02043996/Produksi.Ikan.Turun.Separuh..
23 juni 2010

Sumber Gambar:
http://blog.galihsatria.com/2008/07/29/jalan-jalan-lebak-banten-pantai-malingping/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar